Kebutuhan Aspal Per M2

Pada artikel kali ini, kita akan membahas rencana kebutuhan aspal per m2. Sebagaimana perencanaan proyek oleh para kontraktor aspal. Dalam melaksanakan pekerjaan pengaspalan, penting untuk melakukan perencanaan dan perkiraan terlebih dahulu.

Pemilihan aspal pastinya bisa bermacam-macam. Di sini kita akan menggunakan aspal hotmix.


kebutuhan aspal per m2 untuk jenis aspal hotmix

Kebutuhan dalam pengaspalan pun ada berbagai macam lapisan. Mulai dari subbase course, base course, laston AC – BC, laston AC – WC, prime coat, tack coat, dan sebagainya.

Kali ini, kita akan mengambil satu contoh lapisan, yaitu laston AC – WC. Laston AC – WC (asphalt concrete – wearing course) populer juga sebagai lapis aus.

Lapis AC- WC merupakan lapisan yang berhadapan langsung dengan kendaraan dan lalu lintas di atasnya. Lapis ini juga kedap air. Selain itu, lapisan ini bersifat menerima beban untuk kemudian menyebarkannya ke lapisan di bawahnya.

Kita akan menghitung, berapakah kebutuhan aspal hotmix untuk sekali pekerjaan jasa pengaspalan per meter perseginya? Berikut kita simak penjelasannya:

Perhitungan Volume Aspal Hotmix untuk Pengaspalan Jalan Per M2 (Meter Persegi)

Untuk menghitung berapa volume aspal hotmix yang perlu pada pekerjaan pengaspalan jalan per m2, kita menggunakan contoh.

Berikut contoh kasus pelaksanaan pengaspalan jalan menggunakan aspal hotmix (angka hanyalah sebagai perumpamaan):

Contoh kasus:

  • Suatu lahan akan dibangun jalan dengan spesifikasi sebagai berikut:
  • Panjang jalan: 4 kilometer (dalam satuan meter berarti 4.000 meter).
  • Lebar jalan: 7 meter.
  • Tebal 7,5 sentimeter (dalam satuan meter berarti 0,075 meter).
  • Kita memiliki:

Berat jenis aspal hotmix: 2,29 ton/m3 (berdasarkan pengujian laboratorium atau saat penentuan desain aspal).

Pertanyaan:

  • Berapakah kebutuhan aspal hotmix untuk setiap m2 jalan yang harus perlu untuk dipersiapkan oleh jasa pengaspalan?

Jawaban:

  • Kita mencari luas jalannya terlebih dahulu. Rumus luas jalan raya adalah sebagai berikut (hasilnya dinyatakan dalam satuan m2 [meter persegi]):

Luas jalan raya = panjang jalan × lebar jalan

  • Dengan demikian, luas jalan dalam meter persegi yang kita miliki adalah sebagai berikut:

Luas jalan raya = panjang jalan × lebar jalan

Luas jalan raya = 4.000 meter × 7 meter = 28.000 m2

  • Selanjutnya, kita memiliki rumus untuk menghitung kebutuhan aspal:

Volume Aspal = Panjang × Lebar × Tebal × Berat jenis Aspal, atau

Volume Aspal = Luas × Tebal × Berat jenis Aspal

  • Oleh karena itu, perhitungannya adalah sebagai berikut:

Volume Aspal = 28.000 m2 × 0,075 meter × 2,29 ton/m3

             = 4.809 ton.

  • Jadi, kebutuhan aspal hotmix yang dibutuhkan untuk luas jalan 28.000 m2 seperti pada contoh kali ini adalah 4.809 ton.

Begitulah cara yang dapat kita gunakan untuk menghitung kebutuhan aspal dalam pembuatan jalan. Tentunya semua kembali lagi pada penelaahan dan kondisi di lapangan serta penyesuaian yang harus dilakukan.

Baca Juga Cara Memperbaiki Lubang Jalan

Selain kebutuhan aspal, ada pula kebutuhan lainnya yang harus masuk dalam perhitungan. Contohnya subbase course, base course, laston AC – BC, laston AC – WC, prime coat, tack coat, dan lainnya. Semua memiliki perhitungannya masing-masing.

Perhitungan kebutuhan aspal pastinya harus melalui metode secara cermat dan matang. Hal ini berkaitan dengan anggaran, keefisienan penggunaan bahan, serta efektivitas kinerja pengaspalan di lapangan.

Oleh karena itu, untuk ketepatan pelaksanaan pengaspalan, serahkan kepada ahlinya, yaitu layanan pengaspalan terpercaya di kota Anda. Pihak jasa pastinya sudah berpengalaman dan memiliki kapabilitas dalam menghitung segala kebutuhan pengaspalan.

Untuk hasil jalan aspal sesuai standar dan mengoptimalkan segala material yang dibutuhkan, pastikan Anda menggunakan penyedia layanan aspal profesional.

mengaspaladmin